searchengine

Senin, 01 Mei 2017

Sharing With DWITASARI

hay Sahabat GoldNa, kali ini aku bakalan ngasih tau kalau aku pernah tuh ikutan dalam suatu event yang di adakan sama TWC ( Tree Writing Cicle) di sana aku mendapatkan banyak pengalaman dan juga ilmu yang bermanfaat banget buat menulis nah ini nih salah satunya, sharing with dwitasari, pasti tau dong siapa itu Dwitasari. yap benar penulois bestseller yang ikaryanya sudah menjulang di mana mana, dan yang baru baru ini terjadi itu salah satu bukanya kak Dwitasari itu di beli sama pak Jokowi lohh!!!! nah tanpa mengundur waktu lagi cekidot deh buat sharing with kak dwitasari :)


Sharing with DWITASARI

1. Tipe2 pembaca itu berbeda2 guys, secara tidak langsung mereka akan memberi 'label' pd sebuah karya. Nah, apa sih yg membuat kalian rela berjam2 utk membaca sebuah buku? Pasti buku istinewa jika sampai merebut hati kalian. Poin utama dr sebuah karya itu 'feel'. Feel yang kuat hadir nggak cuma dari kata dan kalimat, tapi bagaimana kita membangun adegan. Kunci utamanya untuk membuat pembaca ngerti sama cerita kita adalah penjabaran yang baik serta penceritaan kronologi yang baik dari cerita kita. Itu yang bikin pembaca nggak jenuh sama cerita kita dan mau terus ikutin alurnya. Dan satu lagi, akhir cerita itu sebenernya sah aja mau sad ending, happy ending, atau menimbulkan pertanyaan. Pembaca nggak bakalan marah sama akhir cerita dari kamu kalau dari awal kamu menceritakan dan membangun adegan dengan baik. Tapi sebagai saran, lebih baik diakhiri dengan bahagia. Untuk mencari awal cerita yang baik, diawali dengan apapun juga nggak masalah, asal adegannya bikin pembaca penasaran buat balik halaman berikutnya. Satu lagi, buat karakter yang beda dan nggak pernah diciptain sebelumnya. Karakter yang unik dan bikin pembaca makin gemash dan penasaran. Terkadang jadi penulis pemula akan banyak 'konflik' dengan diri sendiri. Banyak yg akan dihadapi termasuk kehilangan feel dlm ceritanya, kekuatan karakter tokoh, bahkan alur cerita juga bisa menyimpang. Butuh konsisten dan tanggung jawab yg besar dlm menciptakan sebuah karya. Karna karya bukan hanya sekedar diciptakan, tetapi dinikmati dan diabadikan.

2. Cara menarik pembaca agar melirik cerita kita?
Sebenernya utk menarik perhatian readers itu nggk muluk2, apalagi jgn sampai menciptakan sebuah cerita yang cenderung mengada2. Jadilah diri sendiri, lain dari yang lain, biarlah berbeda asalkan itu dirimu sendiri. Buat cerita yang tak pernah ada sebelumnya. Cerita unik dan beda dari yang lain selalu mencuri perhatian banyak orang.

3. Hilang kendali saat berkarya
Nah, hal ini juga sering menjadi momok. Ketika kita sudah merasa pas bahkan jatuh cinta dgn suatu outline, tiba2 merasa galau, risau, bahkan tdk ada keinginan utk melanjutkan karya itu lagi, jangan pernah marah dan labil sama cerita sendiri. Dan jangan buru buru belokin alur baru. Alur baru belum tentu menyelesaikan dan bikin cerita jadi lebih baik. Tetap setialah sama alur utama dan selesaikan apa yang udah kamu mulai. Intinya, setia aja sama ide cerita pertama sebelum meleber ke cerita lainnya. Karna konsisten itu harus, perlu, dan penting.

4. Pendalaman karakter dan penguasaannya
Utk membuat dialog nyata dan nggk lebay buatlah dialog yang nggak kebanyakan kata puitisnya. Buatlah dialog yang tegas dan seperti dunia sehari hari, tapi langsung nancep dan ngena. Ini  bisa dilatih dengan banyak dengerin orang ngomong dan baca novel novel yang lain. Jd berkarya pun perlu dilatih, tidak hanya dengan terus menulis, tetapi juga membaca. Tingkatkan membaca kalian ya!

5. Pemakaian dialek dlm membuat cerita
Sebenernya ini juga penting. Jgn sampai kalian membuat setting di daerah Jawa mayoritas Jawa tpi membawa pembawaan suasana daerah Aceh. Boleh seperti itu, tp sebaiknya sesuaikan dialek dengan tempat terjadinya cerita, supaya lebih nyata buat pembaca kita.

6. Mekanisme paragraf
Udah dijelasin di materinya, coba dibaca ulang yah cara mengubah kisah nyata menjadi novel yang asik :) boleh dari kisah pribadi, orang lain, lingkungan sekitar, apapun, dimanapun, siapapun. Semua bisa kita jadikan inspirasi tak hingga. So, jgn pernah malu utk berkarya! Cara ngebedain gimana bab 1 dan bab 2 dipotong peradegan juga nggak masalah :) nggk ada aturan kok, yg penting kamu tau cara meledakkan hati pembacamu saat membaca tiap paragrafnya dgn caramu sendiri.

7. Mau terbit? Jangan takut!
Nggk ada karya yg nggak layak laku. Semua bisa! Layak! Itu semua bukan tergantung readers wattpad-nya. Tapi gimana ciri khas ceritanya. Anyway, cerita aku nggak pernah ada di wattpad tapi laris aja hehe. Yang jelas dan yang paling penting adalah gimana konsistensi kita dalam menyelesaikan ceritanya sebelum dikirim ke penerbit. Jadi, percaya diri dengan apapun karyamu. Lakukan yang terbaik. Tuangkan segalanya, jgn takut. Apalagi malu. Malulah jika semasa hidup kamu tidak berkarya:)

8. Writers Block? Hehe.
Supaya tetap semangat nulis, kita wajib tahu kenapa cerita kita harus selesai. Cara aku menghadapi writer block adalah dengan bikin unmood aku jadi good mood. aku tinggalin ceritaku sebentar baru deh aku mulai nulis lagi ketika udah good mood. Sebuah cerita juga perlu 'istirahat'. Tinggalkan sejenak karyamu. Lakukam apapun yg kamu suka utk mengalihkan prhatianmu dr naskah itu. Baru tengok lagi, buang apa yg perlu dibuang. Jangan ragu, jangan pilih kasih thd semua karyamu. Pangkas apapun yang tidak perlu, ganti dgn yg lebih baik. Ayo, semangat!

9. Tentang menulis novel
Untuk sukses nulis novel itu sebenernya lebih ke konsistensi kita buat tetap menulis :) bagaimana ambisi kita dalam menulis, apa tujuanmu dalam menulis? Lakukan!

10. Kalah dalam lomba menulis bukan berarti payah!
Jangan sampe terpuruk, percaya aja justru segala penolakan bakalan jadi sumber pembelajaran supaya kamu bisa jadi lebih baik lagi. Bukan berarti kamu kurang layak untuk 'tampil', tetapi alam sedang mempersiapkanmu utk menjadi penulis yang lebih baik.

11. Selera menulis. Fiksi atau fakta?
Keduanya enak, kok, true atau fiksi juga nggak masalah. Bukan diangkat dari kisah nyata atau nggak diangkat dari kisah nyata, tapi gimana kita membangun ide cerita jadi lebih baik. Tapi ingat, dlm fiksi pun jgn berlebihan. Perlu batas. Maka dr itu riset sangatt diperlukan. Lakukan riset utk memantapkan karyamu. Riset sedalam mungkin, sedetail mungkin.

12. Karakter cowok idaman.
Tokoh cowok pujaan adalah tokoh yang cool dan bikin penasaran. Itu udah kebukti bikin tokoh yang kayak gitu dan emang bikin gemesh hehe. Awal2 memang susah, tapi cobalah, mulai dari cowok yang kamu suka misalnya, hehe.

13. Jangan malu dengan karyamu!
Jangan menganggap karyamu memalukan. Kalau kamu sadar karyamu itu salah dan perlu dibenahi, itu bagus! Kenapa? Karna artinya kita berkembang jadi lebih baik. Kita tau kelemahan karya kita, bukan berarti kita tdk hebat. Nulislah saat mood lagi baik dan bener. Saat di kepala udah kebayang mau nulis apa, supaya kamu nggak bingung gimana mengawali dan mengakhiri cerita kamu. Biasakan buat kerangka karangan supaya tulisan kamu nggak melenceng ke mana-mana. Sertai dengan riset! Konsistenlah dgn alur cerita yg kamu buat.

14. Pengalaman selama ini?
Udah dijelasin di awal yah tadi sama moderator. Jatuh bangunnya intinya dinikmatin aja. Nggak usah dengerin kata orang karena orang lain belum tentu bisa ngelakuin apa yang bisa kamu lakuin hari ini. (baca lagi notes materi yg diberikan BlackRose di bawah ya)

15. Kesulitan menulis
Semua tergantung gimana kita menceritakannya. Buat adegan yang bener-bener nyata, jangan keliatan drama. Bikin ceritanya jadi mirip banget kehidupan sehari-hari, jangan kayak FTV hehe. Maka dr itu, fiksi pun ada batasnya. Jgn terlalu mengada-ngada yg sebenarnya tidak masuk di akal.

16. Penamaan setting dalam cerita
Kenapa tidak boleh mengarang setting di cerita? Boleh aja, kok, nggak masalah. Asal kita pun juga membangun setting tersebut. Jadikan tempat itu seakan nyata. Jadikan pembaca ingin berada di tempat yang sedang ia bayangkan.

17. Promosi?
Semua bisa dilakuin kok asal kita niat. Promosikan dari temen-temen terdekat aja. Kalau kepuasanmu hanya berdasar banyaknya pembaca, maka kamu mengkhianati karyamu. Boleh lah ingin digemari banyak orang, tp fokuskan pada karyamu.

18. Manajemen waktu. Real life atau menulis?
Management waktunya, intinya kita lakuin prirotas kita dulu. Kalau prioritas kamu sekolah, nah kamu selesaikan tugas sekolah dulu, baru nulis. Jadikan menulis itu hidupmu, tapi hidup bukan hanya tentang menulis.

19. Mengembangkan tokoh yg berbeda kelamin
Banyak riset soal tokoh yang ingin kamu tulis. Bisa juga dgn jadikan patokan siapa yg akan kamu terapkan dr dunia nyatamu. Gimana kehidupan laki-laki atau perempuan, cara jalannya, cara ngomongnya supaya tokohnya tetap terasa real. Kuatkan tokoh itu, maka ia akan hidup di dlm imajinasi pembaca. 



semoga bermanfaaat guys apa yang aku bagi ;*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar